Langsung ke konten utama

Mathematics Info

Probability History


         









 (a) Blaise Pascal        
                  
     


(b) Pierre de Fermat

In 1654, a French aristocrat gambler named Chevalier de Mere gave Blaise Pascal the following problem. 
"in eight probability of throwing a dice, a certain gambler who bets on a certain amount of money has to come up with a score of 1 to win the bet. But after three throws, which all of them failed, the game was halted for a reason. The dealer, who obviously hates losing, insists on retaining some of the gambler's bet money as a collateral. The question is, how much of the money must be retained ?"
In the beginning Pascal considered this as an easy problem which can be solved with common logics and algebra. But after spending days trying to find the solution he started to consider it as a difficult problem and realized that there was no branch of mathematics that could be used to solve it. He then communicated the problem to his fellow mathematician named Pierre de Fermat. After going through exhausting communications, they finally suceeded in finding the solution. Their attempt became the beginning of the development of modern probability theories.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Operasi Himpunan

Operasi pada himpunan ada beberapa yaitu : 

Cerita Menarik Dari SMK

Tahun 2009 adalah tahun pertama aku mengajar di SMK. waktu itu aku sangat bersemangat untuk mengisi hari2ku. hampir setiap hari aku mengajar dengan sepenuh hati. anak-anak yang juga sangat menyayangi aku. Tau tidak setiap aku parkir sepeda motor dekat sekolah anak-anak sudah menungguku untuk belajar. mereka sangat antusias menerima pelajaran dari ku, Suatu ketika aku didaulat untuk memandu ektra Sispala (itu lho siswa yang kerjaannya jalan2 dan berpetualang gitu) wah, itu adalah pengalaman luar biasa bagiku. Disini aku berkenalan dengan beberapa anak yang sangat aku kagumi dari sikap dan keberaniannya,

Tips Cara Belajar

Untuk menguasai pelajaran yang ada di sekolah sebenarnya tidaklah sesulit yang kamu pikirkan. Kamu tidak perlu terlalu banyak belajar, ataupun sering-sering mengulang dan mengulang apa yang bapak/ibu guru ajarkan. Kamu tidak perlu terkurung oleh “ jam belajar ” ataupun kegiatan-kegiatan yang justru akan membuat   kamu tidak nyaman. Berdasarkan pengalaman saya, cara paling efektif untuk menguasai pelajaran di sekolah adalah: Perhatikan guru mengajar, Berusaha pahami apa yang bapak/ibu guru ajarkan saat di sekolah, Tanya jika kurang jelas,tidak perlu malu… Biarlah teman-teman menertawakanmu sekarang, tapi pada akhirnya kamu sendiri yang akan tertawa dengan keberhasilanmu… Kerjakan tugas atau ujian sendiri, dengan kemampuanmu sendiri… percayalah kepada kemampuanmu sendiri, tidak perlu nyontek. Walaupun nilaimu jelek, tapi kamu akan merasa bangga dengan hasil pikiranmu sendiri dan akan tumbuh semangat untuk memperbaikinya (itu kalo yang punya semangat tinggi sih…   ) PR ...